Cara Menyusun Rancangan Usaha Ternak Burung Puyuh

Cara Menyusun Rancangan Usaha Ternak Burung Puyuh

Cara Menyusun Rancangan Usaha Ternak Burung Puyuh – Di Indonesia, usaha pemeliharaan puyuh hanya ditujukan untuk menghasilkan telur. Namun, dalam perkembangannya kemudian, bisa saja usaha dikembangkan untuk menghasilkan telur puyuh tetas, menjual DOQ, menjual puyuh layer (siap bertelur), atau sebagai penghasil daging. Tujuan usaha harus dibuat dengan mempertimbangkan modal yang dimiliki.

Cara Menyusun Rancangan Usaha Ternak Burung Puyuh

Dengan modal yang kecil, sangat mustahil untuk menggapai seluruh tujuan di atas dalam waktu singkat. Karenanya, tujuan usaha bisa dikelompok-kan ke dalam tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.

Sebagai gambaran, ilustrasi berikut bisa dijadikan bahan pertimbangan. Tujuan jangka pendek bisa ditetapkan dalam jangka waktu satu tahun dan ditujukan untuk menghasilkan telur-telur konsumsi. Tujuan jangka menengah, misalnya dalam waktu 4—5 tahun ke depan, mampu menghasilkan telur-telur konsumsi dan DOQ yang berkualitas, baik untuk dipelihara sendiri maupun untuk dijual.

Sementara itu, tujuan jangka panjang, misalnya untuk waktu 10 tahun ke depan, usaha peternakan puyuh sudah mampu menghasilkan seluruh produk yang bisa dihasilkan dari usaha peternakan puyuh, yakni telur tetas, telur konsumsi, DOQ berkualitas, serta puyuh layer (siap bertelur) atau bahkan melakukan proses lanjutan dengan mengolah telur atau daging puyuh moojadi produk siap santap.

Keseluruhan tujuan usaha ini tentu saja bisa dicapai jika keuntungan yang dihasilkan dalam usaha tersebut cukup memadai dan usaha layak dilanjutkan.

Selain tujuan usaha yang tetan disebutkan, bisa pula ditetapkan target khusus yang lebih terperinci dari sisi produksi. Misalnya, angka kematian DOQ sampai masa layer tidak lebih dan 5% dan tingkat produksi telur tidak kurang dari 60%.

Sasaran Pemasaran Produk
Meskipun bukan merupakan proses atau mata rantai awal dari suatu proses usaha peternakan puyuh. upaya pemasaran produk (hasil utama berupa telur atau daging, maupun produk sampingan berupa kotoran puyuh atau karung bekas pakan) harus sudah dipersiapkan sejak awal.

Proses pembelian DOQ, pemberian pakan, sampai penanganan pascaproduksĂ­ merupakan proses yang mengeluarkan uang. Proses pemasaran adalah satu-satunya proses yang menghasilkan uang. Survei pasar yang komprehensif perlu dilakukan untuk mengetahui daya serap pasar terhadap produk yang akan dihasilkan. Lebih baik lagi jika survei tersebut dilengkapi dengan prediksi kebutuhan untuk waktu-waktu mendatang, misalnya angka pertumbuhan kebutuhan pasar terhadap produk.

Tujuannya adalah agar produk yang akan dihasilkan dari usaha peternakan puyuh bisa diserap pasar, karena seperti telah diketahui, telur adalah produk yang tidak tahan lama dan mudah rusak. Jika tingkat produksi cukup tinggi, tetapi pasar kurang memiliki daya tampung, hukum penawaran dan permintaan akan berlaku, yakni harga produk akan turun. Jika harga produk tersebut berada di
bawah biaya produksi, peternak akan mengalami kerugian, dan jika kerugian terus berlanjut, usaha bisa bangkrut.

Tidak bisa dibantah, pasar yang ada sekarang, baik pasar tradisional maupun pasar swalayan, banyak dipenuhi oleh telur puyuh konsumsi, sehingga seolah-olah peternak puyuh hanya tahu produksi telur. Padahal, dari telur puyuh bisa dihasilkan turunan produk yang berbeda-beda, dari telur puyuh rebus sampai aneka roti.

Upaya-upaya Mencapai Tujuan Usaha
Tujuan usaha bisa tercapai jika dilakukan dengan upaya maksimal. Berbagai upaya yang harus dilakukan oleh peternak dalam mencapai tujuan usahanya akan dibahas secara rinci di bab-bab selanjutnya, dari pemeliharaan DOQ hingga pascapanen.

Identifikasi Kelemahan danKendala
Berbagai kelemahan yang berupa kemungkinan hambatan dan kendala yang akan dihadapi sangat perlu diidentifikasi sejak awal. Hal ini bukan dimaksudkan untuk mengendurkan niatbeternak puyuh, tetapi sebagai langkah antisipasi agar jika suatu saat kendala atau hambatan itu menghadang, peternak bisa melakukan pencegahan, bahkan menghadapinya dengan elegan.

Contohnya, salah satu hambatan yang biasa dihadapi oleh para peternak puyuh adaiah ancaman berbagai penyakit. Sebelum penyakit itu datang, peternak sedapat mungkin melakukan pencegahan, antara lain dengan melakukan upaya vaksinasi dan menjaga sanitasi lingkungan. Jika penyakit itu datang, peternak sudah bisa mengambil langkah agar penyakit tidak menyebar ke seluruh populasi.

Identifikasi Kekuatan Yang Menunjang Kelancaran Usaha
Identifikasi berbagai kekuatan yang dimiliki dan mampu menunjang kelancaran usaha dibutuhkan bukan untuk menyombongkan diri, tetapi bertujuan untuk lebih memantapkan langkah dalam usaha.
Misalnya, calon peternak memiliki modal yang cukup banyak, tetapi pengetahuan tentang beternak masih sedikit atau bahkan sama sekali tidak ada, sehingga peternak tidak perlu langsung memelihara puyuh dalam jumlah besar. Cukup sedikit demi sedikit dan jumlahnya ditambah seiring dengan meningkatnya pengetahuan yang dimiliki. Tujuannya adalah berusaha, peternak tidak langsung putus ada menutup usahanya.

Evaluasi
Untuk mengukur keberhasilan usaha yang telah dilakukan, perlu dilakukan evaluasi. Evaluasi bisa dilakukan setiap minggu, setiap bulan, atau setiap tahun. Evaluasi mingguan misainya dengan melihat tingkat kematian DOQ, tingkat konsumsi pakan, atau tingkat pertumbuhan setiap satu minggu sekali. Jika puyuh sudah mulai berproduksi, bisa ditambah dengan tingkat produktivitas telur.

Evaluasi bulanan dan tahunan biasanya dilakukan dengan parameter-parameter ekonomi, seperti nilai rupiah yang sudah dikeluarkan dan nilairupiah yang sudah dihasilkan. Evaluasi akan lebih efektif jika sebelumnya petemak sudah menetapkan target yang akan dicapai, sehingga tingkat keberhasilan pencapaian target bisa dinilai, misalnya dengan persentase keberhasilan.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.