Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Puyuh Petelur

Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Puyuh Petelur

Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Puyuh Petelur– Sosoknya kecil. Hanya sedikit lebih besar daripada kepalan tangán orang dewasa. Beratnya tidak lebih dari 150 gram per ekor. Dengan sosok demikian, siapa yang menyangka burung puyuh menyimpan potensi yang sangat besar dalam menghasilkan telur dan daging? Puyuh, yang dalam bahasa Jawa disebut dengan gemak, merupakan jenis unggas yang tidak dapat terbang, berukuran tubuh kecil, dan kakinya relatif pendek.

Cara Efektif Meningkatkan Produktivitas Puyuh Petelur

Puyuh pertama kali ditemakkan di Amerika Serikat pada tahun 1870. Di Indonesia, secara diam-diam puyuh mulai diintroduksi pada tahun 1979. Pemerintah Indonesia, secara resmi mengimpor puyuh dari Jepang dan menyebarkannya ke seluruh negeri pada tahun 1984-1985.

Kecilnya modal usaha dan tingginya hasil produksi yang dihasilkan mengindikasikan keuntungan yang menggiurkan. Di beberapa sentra peternakan puyuh, yang meliputi tiga provinsi di Pulau Jawa, yaitu Yogyakarta, Jawa Tengah (wilayah eks kareside-nan Surakarta), dan Jawa Barat (Sukabumi) sudah mulai dikembangkan pola kemitraan, sebagaimana halnya dalam peternakan ayam ras
pedaging. Tentu saja hal ini merupakan peluang besar bagi calon-calon peternakdi seputar wilayah tersebut yang bermodal tipis.

Kecilnya modal usaha, sudah bisa dipastikan, tetapi hasil produksi yang tinggi, terutama berupatelur puyuh, masih menjadi tanda tanya besar. Tidak sedikit usaha peternakan puyuh yang gulung tikar yang penyebabnya juga tidak sedikit. Penyebab kegagalan itu di antaranya kesalahan manajemen pemeliharaan dan rendahnya kemampuan menjual produk dari para petemak.

Modal usaha yang jumlahnya tidak banyak itu ternyata tidak menurunkan pamor usaha peternakan puyuh. Di sentra-sentra peternakan puyuh, usaha peternakan puyuh bukanlah usaha berskala kecil.

Untuk meningkatkan produktivitas puyuh petelur ada beberapa hal yang harus kita ketahui yaitu meliputi:

  1. Perencanaan Usaha Yang Benar-Benar Matang
    Perencanaan usaha bisa diibaratkan sebagai peta yang dibuat untuk menuntun ke mana suatu usaha akan diarahkan. Rencana yang baik bukan rencana yang dibuat dengan mimpi yang muluk-muluk, tetapi rencana yang rasional dan masih mungkin dicapai dengan segala sumber daya yang dimiliki. Secara lengkap, sebuah perencanaan usaha yang baik harus memuat beberapa hal seperti pada halaman berikut ini “Kiat Sukses Merencanakan Usaha Ternak Burung Puyuh“.
  2. Tata Cara Perkandangan Burung Puyuh Yang Tepat
    Kandang adalah salah satu komponen penting dalam pemeliharaan puyuh. Hal ini disebabkan kandang adalah lingkungan terkecil tempat puyuh hidup dan berproduksi. Segala aktivitas kesehanan puyuh dílewatkan di dalam kandang, sehingga upaya untuk memberikan kondisi yang baik dan nyaman bagi puyuh akan berimbas pada hasil produksi yang tínggi. Untuk memberikan kondisi kandang yang terbaik, kandang harus ditempatkan di lokasi kandang yang memenuhi beberapa persyaratan teknis.
  3. Pengadaan DOQ (Day Old Quail)
    Ada beberapa cara memperoleh DOQ atau puyuh umur sehari, yakni membeli dari pembibit, membeli telur puyuh untuk ditetaskan sendiri, dan membeli bibit puyuh. Untuk info lebih detailnya Anda bisa mengunjungi halamn berikut “Cara Mudah Mendapatkan DOQ
  4. Pemberian Pakan & Minum Burung Puyuh Yang Benar
    Pada setiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya, puyuh membutuhkan pakan dengan kualitas yang berbeda. Umumnya, pembedaan kualitas pakan ditandai dengan kadar protein kasar yang terkandung di dalam pakan tersebut.
    Hal ini tidak sepenuhnya benar, karena kualitas pakan tidak hanya tergantung pada kadar protein kasar yang terkandung di dalamnya, tetapi juga kandungan zat-zat lain, seperti kadar karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral.
    Puyuh yang berada pada periode DOQ atau starter umumnya membutuhkan pakan dengan kualitas yang tinggi, mencapai 25%. Hal ini disebabkan DOQ atau starter belum mampu mengonsumsi pakan dalam jumlah banyak, sedangkan untuk proses pertumbuhannya
    membutuhkan zat-zat makanan dalam jumlah yang cukup. Berikut cara yang benar pemberian makan puyuh periode DOQ.
  5. Tata Cara Pengendalian Penyakit Pada Burung Puyuh
    Pada dasarnya hanya ada tiga langkah yang perlu dilakukan secara disiplin untuk mencegah aneka penyakit yang berpotensi menyerang puyuh di suatu peternakan. Ketiganya harus dilakukan secara bersatna-sama, karena setiap langkah akan berdampak optimal jika ditunjang oleh dua langkah lainnya. Kombinasi ketiga langkah tersebut akan memberikan kenyamanan yang optimal bagi kebutuhan hidup puyuh, sehingga puyuh bisa berproduksi secara optimal pula. Sebaliknya, ketidakpaduan dalam pelaksanaan ketiga langkah tersebut dapat menimbulkan aneka wabah penyakit, yang kemudian akan menurunkan produktivitas, dan pada akhirnya peternak harus menanggung kerugian yang tidak sedikit. Untuk menaggulangi itu semuanya maka perlu adanya pengendalian penyakit yang efektif pada burung puyuh.

Setelah kita memahami betul beberapa poin diatas, diharapkan kita bisa memulai usaha budidaya burung puyuh sesuai prosedur yang tepat sehingga tercapailah apa yang kita inginkan yaitu berhasil dalam budidaya ternak burung puyuh. Demikian beberapa cara efektif untuk meningkatkan produktifitas burung puyuh yang bisa saya bagikan, semoga bermanfaat. Terima kasih

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.